Tampilkan postingan dengan label Artikel Kurikulum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kurikulum. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2011

Muatan Kurikulum Sekolah

Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran / bidang pengembangan yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Disamping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidkan menegaskan bahwa kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar.
1.    Bidang Pengembangan
a.    Bidang Pengembangan Pembiasaan
Bidang Pengembangan pembiasaan merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari – hari anak sehingga menjadi kebiasaan yang baik

Kurikulum Sekolah TK

Perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan dari sentralisasi ke desentralisasi mendorong terjadinya perubahan dan pembaruan pada beberapa aspek pendidikan, termasuk kurikulum. Dalam kaitan ini  kurikulum sekolah dasar pun menjadi perhatian dan pemikiran – pemikiran baru, sehingga mengalami perubahan – perubahan kebijakan.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan Undang – Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidkan Nasional Pasal 36 Ayat (2) ditegaskan bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Atas dasar pemikiran tersebut maka perlu dikembangkan Kurikulum Taman Kanak – Kanak.Kurikulum Taman Kanak – Kanak adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing – masing TK atau PAUD formal. Kurikulum pada Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengacu pada Permendiknas No.58 Tahun 2009 dan berpedoman pada panduan penyusunan KTSP  dari Badan Standar Nasional Pendidikan.

Tujuan Pengembangan Kurikulum

Tujuan Pengembangan Kurikulum Taman Kanak – Kanak ini untuk memberikan acuan kepada kepala sekolah , guru dan tenaga kependidikan lainnya yang ada di sekolah dalam mengembangkan program-program yang akan dilaksanakan.
Selain itu, Kurikulum Taman Kanak – Kanak disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :
a.   Belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
b.   Belajar untuk memahami dan menghayati,
c.   Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
d.   Belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
e.   Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Prinsip Pengembangan Kurikulum

  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.                                                                                                                                               Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.
  2. Beragam dan terpadu
    K
    urikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik,  kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan , serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, buaya , adat istiadat, status sosial ekonomi,dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.